UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Panglima TNI Jelaskan Pengadaan Senjata oleh Oknum Paspampres dari AS

Ditulis pada 13 Jul 2016
oleh :
Tag:
Panglima TNI Jelaskan Pengadaan Senjata oleh Oknum Paspampres dari AS

foto ist

itoday – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan soal pengadaan senjata oleh oknum Paspampres yang diduga ilegal dari Amerika Serikat (AS). Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap para oknum Paspampres.

Menurut Gatot, tak ada yang salah dengan pembelian senjata dari AS tersebut, namun proses masuknya ke Indonesia memang bermasalah.

“Mereka beli secara legal di sana hanya masuk administrasinya saja di sini. Setelah itu semua ada di Paspampres untuk berlatih mereka di sini,” terang Gatot, Senin (11/7/2016).

Gatot menerangkan, tak ada senjata yang dijual ke pihak luar. Dia menegaskan, senjata itu dipakai untuk latihan perorangan.

“Pribadi yang beli, tapi itu berbagai jenis senjata yang dia tak miliki di sini. Kemudian untuk dia latihan. Bukan latihan olahraga untuk melatih secara perorangan,” tuturnya.

Diakui Gatot, jenis senjata yang dibeli dari AS adalah hand gun dengan jumlah 7-8 pucuk. Sementara dari pemberitaan di media Amerika Serikat, jumlah senjata yang dibeli ada 22 pucuk.

Terdiri dari pistol Glock 17,9 mm pistol, Glock 19,9 mm, dua Glock Model 43,9 mm dan Heckler & Koch Model P30L 9 mm. Nilai senjata itu berkisar USD21 ribu.

“Sekitar 4-6 bulan lalu begitu dapat info kemudian senjatanya sudah kita sita semua. Sekarang di puskom TNI, kita sita semuanya,” ujarnya.

Gatot menyebut ada banyak oknum Paspampres yang terlibat dalam pengadaan senjata dari AS tersebut. Mereka sudah dikenai sanksi administrasi dan disiplin. Namun, dia enggan menyebut identitas para oknum tersebut.(okezone)

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya