UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Hindari Kisruh, Parpol Harus Solid

Jakarta, PEMILU.com – Pernyataan Sekertaris Jenderal (Sekjen) partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) agar tidak ‘menggolkarkan’ partainya dinilai bukan hanya sekedar candaan. Menurut pengamat politik Ikrar Nusa Bakti, hal itu mengisyaratkan pesan agar semua partai politik mawas diri terhadap potensi kehancuran.

“Kalau anda tidak ingin digolkarkan, uruslah partai anda dengan baik,” ujar Ikrar, di Jakarta, Sabtu (11/4).

Menurut mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, Golkar tidak mungkin diintervensi dari luar kalau mereka solid. Dia memberikan contoh, PDI Perjuangan, misalnya. Di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan mampu bertahan hingga kini.

Meskipun, lanjut Ikrar, dalam sejarah PDI Perjuangan pernah mengalami permasalahan yang sama, perebutan kursi ketua umum, tapi tidak ada dualisme kepengurusan. “Lihat Mega terpilih tahun 93, lalu ada peristiwa Kuda Tuli 1996, itu PDIP solid, karena kesolidan itu walaupun Suharto menggunakan Soerjadi melalui kongres di Medan tapi tida ada kubu-kubuan,” kata Ikrar.

Meski ada dua kubu saat itu, kubu Mega mampu bertahan hingga kini karena ditopang ideologi yang kuat. Padahal, kubu Soejadi saat itu banyak memiliki kader dari kaum intelektual.

The post Hindari Kisruh, Parpol Harus Solid appeared first on PEMILU INDONESIA.

Read More…

Artikel Lainnya