UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Pengamat: Jika tak Salah, Djoko Susilo Harus Hadir di KPK

Ditulis pada 28 Sep 2012
oleh :
Gedung KPK (IST)

itoday – Tersangka kasus simulator Irjen Polisi Djoko Susilo seharusnya datang memenuhi panggilan KPK.

“Dari segi moral, Irjen jika Polisi Djoko Susilo merasa tidak bersalah, tidak ada salahnya untuk hadir. Kalau tidak salah, kenapa takut untuk hadir di KPK,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio kepada itoday, Jumat (28/9).

Menurut Agung, setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama di depan hukum termasuk Irjen Polisi Djoko Susilo. “Dalam pemberantasan korupsi, KPK juga mempunyai kewenangan memanggil Djoko Susilo,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, sikap Presiden SBY yang tidak jelas dalam mengatasi perseteruan KPK dengan Polisi terkait kewenangan menangani kasus korupsi simulator. “Sikap Presiden SBY tidak jelas, KPK dan kepolisian secara struktural di bawah presiden, harusnya SBY sebagai panglima pemberantasan korupsi bisa mengatasi persoalan ini,” paparnya.

Kata Agung, tidak hadirnya Irjen Djoko Susilo di KPK akan memperburuk citra polisi. “Semakin buruk, tidak ada korelasi positif bahwa polisi berhasil dalam mengatasi terorisme dengan buruknya polisi dalam pemberantasan korupsi,” pungkas Agung.

Sebagaimana diberuitakan sebelumnya, mantan Kepala Korlantas Polri, Irjen Polisi Djoko Susilo tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek simulator SIM 2011 ke kantor KPK, Jakarta, pada Jumat (28/7/).

Djoko justru mengutus dua kuasa hukumnya, Hotma Sitompul dan Juniver Girsang, untuk menyampaikan surat keberatan dan ketidakhadirannya ke penyidik KPK.

Dalam suratnya, Djoko menyatakan belum bisa bersedia hadir memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK karena ada dualisme penanganan kasus yang sama. Sebab, saat ini Polri juga menangani kasus yang sama dengan tiga tersangka yang sama.