UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

“Rusak Bangsa, Para Pencatut ‘Jokowi’ Telah Berkumpul Dukung Ahok”

Ditulis pada 29 Jun 2016
oleh :
“Rusak Bangsa, Para Pencatut ‘Jokowi’ Telah Berkumpul Dukung Ahok”

foto ist

itoday – Aktivis politik Ahmad Lubis menuntut proses hukum tokoh Jasmev (Jokowi-Ahok Sosial Media Volunteer), Kartika Djoemadi atau Deedee, karena telah mencatut nama Presiden Joko Widodo demi dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Bos Jasmev sudah mencatut nama Jokowi, ini layak masuk penjara karena telah membohongi publik dan mendiskreditkan Jokowi,” tegas Ahmad Lubis kepada intelijen (27/06).

Lubis menegaskan, sikap yang ditunjukkan Kartika Djoemadi tersebut sama seperti yang dilakukan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto yang mencatut nama Presiden Jokowi demi saham PT Freeport. “Jika para pencatut nama Presiden Jokowi sudah berkumpul mendukung Ahok, bisa rusak bangsa Indonesia ini,” tegas Lubis.

Menurut Lubis, relawan Ahok yang berlatar belakang relawan Jokowi kebanyakan pragmatis dan mencari keuntungan sesaat. “Relawan Ahok bukan ideologis tetapi fulus dan pragmatis. Ini seperti yang dilakukan bos Jasmev Kartika Djoemadi,” tuding Lubis.

Terungkap, Presiden Jokowi tidak memberikan pernyataan mendukung Ahok dalam Pilkada DKI 2017, saat bertemu dan berdialog dengan enam relawan di Istana Negara.

Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Mohammad Yamin, menegaskan, bahwa dalam pertemuan dengan enam relawan di Istana Jumat (24/6), Presiden Jokowi sama sekali tidak bicara tentang dukungan untuk Ahok (25/06).

“Mau secara eksplisit atau mau implisit, enggak mungkinlah Jokowi menyebut dukungan. Beliau kan presiden, negarawan, jadi bukan saatnya lagi dukung mendukung. Tugas kita semua menjaga presiden sebagai negarawan,” kata Yamin.

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya