UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Sebut Politikus “Suka Marah” Titipan Asing, Panglima TNI Ingatkan Bahaya Ahok?

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :

Sebut Politikus “Suka Marah” Titipan Asing, Panglima TNI Ingatkan Bahaya Ahok?

foto ist

itoday – Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebut Indonesia telah disusupi oleh politikus titipan asing, memunculkan berbagai persepsi. Apalagi Gatot menyebut politikus titipan itu lebih suka marah-marah.

Pengamat politik Ahmad Yazid menilai ucapan Panglima TNI itu ditujukan untuk mengingatkan pada rakyat Indonesia khususnya Jakarta, agar tidak memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang dikenal sebagai politikus yang suka marah-marah.

“Walaupun Panglima TNI tidak menyebut, tapi rakyat sudah tahu bahwa yang dimaksud Gatot Nurmantyo itu Ahok,” tegas Ahmad Yazid kepada intelijen (28/06).

Menurut Yazid, pernyataan Panglima TNI tersebut mengisyaratkan kalangan TNI sudah tidak setuju dengan keberadaan mantan Bupati Belitung Timur itu. “Panglima TNI punya analisa dan informasi yang mendalam, keberadaan Ahok justru memunculkan api dalam sekam yang memunculkan instabilitas negara,” papar Yazid.

Selain itu, kata Yazid, berbagai pernyataan Ahok justru memunculkan isu SARA. “Justru Ahok lah yang sengaja memunculkan SARA, untuk memunculkan simpati dan sudah dicium oleh pihak TNI,” jelas Yazid.

Saat menjadi pembicara seminar bela negara di Hotel Sheraton Makassar, Panglima TNI Jenderal Gatot mengingatkan bahwa Indonesia telah disusupi oleh politikus titipan asing.

“Masyarakat Indonesia saat ini memiliki budaya yang berbeda, mereka lebih suka marah-marah, parahnya itu semua dipelopori oleh politikus yang dikendalikan dari luar oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab,” kata Gatot.

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya