UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Sikap Jokowi Terhadap Kebijakan Rini Soemarno Dipertanyakan

Ditulis pada 03 Feb 2016
oleh :
Joko Widodo dan Rini Soemarno (kompas)

foto ist

intelijen – Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) merasa sedih karena sebagian dana investasi kereta cepat Jakarta-Bandung akan diambil dari BUMN.

“Dana BUMN akan disia-siakan untuk fasilitasi proyek yang di satu pihak tidak berskala prioritas dan di lain pihak sangat dikhawatirkan akan mengalami kerugian,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPN, Muhamad Adnan Rarasina, Selasa (2/2).

Dari sudut pandang pelayanan publik, penggunaan anggaran untuk pembangunan jalur kereta cepat dinilai sebagai kebijakan diskriminatif. Pasalnya, secara langsung pemerintah mempertontonkan pelayanan publik yang superprima di Pulau Jawa, sementara di luar Jawa, khususnya kawasan timur, masih sangat jauh tertinggal.

Adnan menyebut, pemerintah seharusnya berpikir adil dan bijaksana dalam wawasan keindonesiaan yang utuh ketika merancang suatu program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di negeri ini.

Dia mengatakan, prasangka bahwa proyek tersebut menjadi pengumpulan “pundi-pundi” persiapan agenda politik 2019 menjadi tak terbantahkan. Adnan heran, Jokowi mengikuti setiap kemauan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Siapa sebenarnya Rini Soemarno sampai Jokowi bertekuk lutut dan membebek tanpa reservasi?” tanya Adnan.

“Siapa pula Sembilan Naga Merah yang mem-back up Rini sehingga begitu leluasa memutuskan proyek puluhan triliun rupiah tanpa aspek legal formal yang cukup dan kajian yang memadai.”(ROL)

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya