UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Tradisi Politik Dan Militer Di Masa Soeharto

Ditulis pada 18 Jun 2016
oleh :
Tag:
Tradisi Politik Dan Militer Di Masa Soeharto

foto ist

itoday – Dalam dunia politik Indonesia, bayangan Soeharto masih saja terasa. konflik internal elite militer tersebut masih saja mengorbankan rakyat. Dengan pola yang seperti itu, akan terus berulang sampai dengan sekarang sekarang.

Warisan penting peninggalan Soeharto yaitu telah membangun supremasi militer pada lanskap politik yang ada di Indonesia disepanjang masa pemerintahannya. Walaupun tidak sebesar yang dulu lagi, namun peran politik militer yang masih saja terwujud pada figur Jenderal Purn yaitu Luhut B. Panjaitan.

Dalam pengamatan para media akan terlihat seperti ketergantungan Presiden Jokowi pada Luhut dibilang sangat tinggi. Baru-batu ini kita telah menyaksikan kegaduhan antara purnawirawan perwira tinggi yang berkaitan dengan isu anti komunisme. Isu tersebut seperti bola liar serta menjadi salah satu sasaran tembakannya Luhur.

Sekarang ini sedang ada konflik yang keras dalam tingkat konflik internal elite militer. Walaupun sebagian dari pelakunya adalah pensiunan, akan tetapi mereka merasakan seperti masih berpengaruh serta sedang berusaha untuk menggeser posisi Luhur.

Artikel Lainnya