UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

“Vaksin Palsu Beredar, Rezim Jokowi Melakukan Pembiaran?”

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :
“Vaksin Palsu Beredar, Rezim Jokowi Melakukan Pembiaran?”

foto ist

itoday – Kasus peredaran vaksin palsu, menunjukkan lemahnya tanggung-jawab Pemerintahan Joko Widodo terhadap masalah ketahanan dan kemamanan nasional (national security).

Demikian dikatakan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada intelijen (28/06).

Menurut Salamuddin, vaksin palsu dapat dikategorikan sebagai aksi teror bio terorism yang keji. “Dan pemerintah tidak melakukan pengawasan dengan baik. Mungkin karena tidak mampu, mungkin juga melakukan pembiaran,” tuding Salamuddin.

Salamuddin menegaskan, lembaga-lembaga terkait dalam Pemerintahan Jokowi tidak bekerja, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam menjaga masyarakat.

“Menteri Kesehatan Jokowi harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas masalah ini. Dia sama sekali tidak bekerja. Selama ini Menteri Kesehatan sibuk mengurusi rokok, setiap hari bicara rokok dan lupa akan tugas pokok dan fungsinya,” tegas Salamuddin.

Kata Salamuddin, ini baru satu kasus yang terungkap. Publik bertanya bagaimana bisa ini terjadi?
“Jangan-jangan ini melibatkan sindikat yang besar di Kementerian Kesehatan dengan perusahaan- perusahaan farmasi yang selama ini menjadi sekutu Kementrian Kesehatan. Sehingga mengubah Kementerian Kesehatan menjadi ‘Toko Obat,” pungkas Salamuddin.

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya