UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Vietnam Membeli Tiga Pesawat Militer dari PT Dirgantara Indonesia

Ditulis pada 17 Jun 2016
oleh :
Tag:
Vietnam Membeli Tiga Pesawat Militer dari PT Dirgantara Indonesia

foto ist

itoday – Pesawat militer produksi dari PT. Dirgantara Indonesia akan dibeli oleh Pemerintah Republik Sosialis Vietnam yang kabarnya akan membeli tiga unit Indonesia dengan jenis pesawat CN-295. Untuk kerjasama dalam membeli alat yang utama pada sistem persenjataan itu telah dibahas oleh Menteri Keamanan Vietnam yaitu To Lam akan mengunjungi Jusuf Kalla pada saat itu berada di kantor Wapres, hal tersebut bertujuan untuk membahas kerjasama dalam pembelian pesawat militer jenis CN-295, pada hari jumat 10/06/2106.

Pesawat militer Indonesia adalah pesawat angkut yang sedang taktis, digenerasi terbaru ini telah menggunakan kokpit yang sudah full glass, avionik digital serta sepenuhnya sudah kompatibel dengan menggunakan  night NVG. Jadi CN-295 adalah pesawat angkut yang telah versi militer dan bisa diandalkan pada kelasnya. CN-295 ini dapat membawa sampai dengan total hingga 9 ton kargo, kurang lebihnya sekitar71 personil.

Pesawat militer Indonesia juga dapat terbang dengan mencapai ketinggian 25 kaki serta dedngan kecepatan jelajah maksimal 260 knot, atau setra dengan 480 km/jam. Selain itu Pesawat militer Indonesia dapat dikendalikan dan juga diterbangkan dengan aman serta dengan kecepatan yang rendah hingga 110 knot atau sama dengan 203 km/ jam. Pesawat ini menggunakan 2 mesin turboprop pratt serta whitney Canada PW127G. Sehingga mampu dalam melaksanakan lepas landas dan juga pendaratan untuk landaasan yang sangat pendek, yaitu sekitar 670 m/2.200 kaki, pada berat tertentu.

Artikel Lainnya