UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Indonesia semarakkan festival kuliner Mesir

Ditulis pada 15 Dec 2015
oleh :
foto ist

foto ist

Kairo – Kuliner Indonesia menyemarakkan Festival Kuliner Internasional (World Cooking Festival) di Kairo untuk memperkenalkan masakan khas Indonesia di manca negera.

Chef Eduard Roesdi, warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Belanda dalam festival itu menampilkan masakan nasi kebuli dengan acar, ayam bakar kecap dengan sambal matah dan klappertaart, kata Kepala Pelaksana Fungsi Sosial Budaya KBRI Kairo, Lauti Nia Astri Sutedja di Kairo, Senin.

Disebutkan, Chef Eduard Roesdi, anggota diaspora Indonesia di Belanda dari “Indonesia Satu”, sebuah kelompok pecinta dan profesional di bidang gastronomi Indonesia di negeri kincir angin tersebut.

“Keikutsertaan Indonesia dalam festival itu sebagai salah satu upaya untuk lebih mengenalkan khazanah kuliner Indonesia pada publik Mesir,” ujarnya.

Selain Indonesia, dalam festval kuliner yang diprakarsai mingguan wanita “Nisf El Donia” pada 12 Desember tersebut diikuti pula Amerika Serikat, Thailand, Jepang, Maroko, Meksiko, Swiss, Italia, Prancis, Tiongkok, dan Lebanon.

Para pengunjung antusias menikmati kuliner hasil racikan Chef Eduard Roesdi tersebut.

Beragam pertanyaan muncul saat para pengunjung menikmati makanan yang disajikan, mulai dari bumbu hingga cara pengolahannya.

Para undangan merasakan kepuasan tersendiri, karena dibawa melanglang buana ke berbagai penjuru dunia melalui kuliner antar bangsa.

Di samping kuliner, anjungan Indonesia juga menampilkan beragam brosur wisata yang ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris untuk dibagikan gratis kepada pengunjung.

Di penghujung acara, para chef yang tampil termasuk Chef Eduard Roesdi mendapatkan penghargaan khusus dari penyelenggara.

Dalam perbincangan antara Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dan tim “Indonesia Satu” muncul pemikiran perlunya mapping tenaga ahli kuliner Indonesia yang tersebar di mancanegara secara menyeluruh sebagai bagian upaya pengenalan Indonesia.

“Pihak-pihak pemangku berkepentingan di pusat Jakarta perlu memperhatikan karakteristik setiap wilayah dan bangsa di dunia, untuk proyeksi dan lebih terarahnya promosi wisata dan kuliner Indonesia,” ujar Dubes Nurfaizi.

Sumber: Antaranews

Artikel Lainnya