UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

JK kenang Nelson Mandela berbaju batik

Ditulis pada 25 Jun 2015
oleh :
Tag:

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenang mantan Presiden Afrika Selatan, yang juga sebagai tokoh dunia Nelson Mandela saat menjadi orang pertama yang berpakaian batik pada acara internasional Perserikatan Bangsa Bangsa.

“Nelson Mandela adalah orang pertama yang berpakaian batik pada ajang internasional PBB. Mulai dari situ batik dikenal secara internasional,” kata Wapres JK saat membuka pameran batik terbesar di dunia Gelar Batik Nusantara di Jakarta, Rabu.

JK mengatakan, sejak saat itu, Presiden Indonesia selalu mengirimkan selusin pakaian khas Tanah Air itu untuk Nelson Mandela setiap tahunnya.

Pada suatu kesempatan, lanjut JK, menteri perdagangan Indonesia pernah meminta kepada menteri perdagangan Afrika Selatan agar dapat menjual batik di negara tersebut.

Alih-alih diizinkan, permintaan tersebut justru ditolak saat itu, karena masyarakat Afrika Selatan menganggap bahwa batik adalah pakaian yang khusus dikenakan Nelson Mandela.

“Bagi mereka, Mandela sudah seperti dewa. Sehingga, tidak ada yang boleh menyainginya, termasuk dalam berpakaian batik,” ujar JK.

Untuk itu, JK mengatakan, Indonesia perlu bersyukur karena seluruh kalangan di sini bisa dengan bebas menggunakan batik pada acara apapun.

“Sekarang, mulai dari lurah hingga presiden, semua berbaju batik. Masyarakatpun demikian. Itulah mengapa kita perlu terus melestarikannya,” kata JK.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Read More

Artikel Lainnya