UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Yogyakarta akan tetapkan 600 bangunan sebagai warisan budaya

Ditulis pada 25 Jun 2015
oleh :
Tag:

Yogyakarta (ANTARA News) – Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menetapkan sedikitnya 600 bangunan sebagai warisan budaya hingga 2016 sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah.

“Saya kira, target itu bisa dilampaui karena banyak sekali BWB (bangunan warisan budaya) di Yogyakarta,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edy Muhammad di Yogyakarta, Selasa.

Ia menjelaskan banguan yang sudah ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya atau bangunan cagar budaya akan memperoleh berbagai perlakukan khusus, termasuk berhak atas insentif pajak bumi dan bangunan (PBB).

Menurut dia, banyak bangunan warisan budaya atau cagar budaya sangat luas dan berada di lokasi strategis sehingga nilai pajak bumi dan bangunan yang harus dibayar cukup tinggi sehingga pemilik keberatan membayarnya.

“Kadang pemilik merasa keberatan dengan pajak yang harus dibayar. Jika bangunan itu sudah ditetapkan sebagai BWB atau BCB, maka bisa memperoleh insentif pajak,” katanya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta memiliki kewenangan menetapkan bangunan warisan budaya, sedangkan penetapan bangunan cagar budaya dilakukan oleh Pemerintah DIY dan pemerintah pusat.

Edy mengatakan masyarakat yang mengetahui bahwa bangunan miliknya sudah memenuhi kriteria sebagai bangunan warisan budaya bisa mengajukan permohonan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar bangunan tersebut ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya.

“Pemerintah memang terus melakukan pendataan. Namun, jika masyarakat tahu bahwa bangunan miliknya masuk kriteria warisan budaya, maka mereka bisa mengajukan permohonan penetapan ke dinas terkait,” katanya.

Bangunan yang sudah ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya, menurut Edy, harus dipertahankan fasad bangunannya.

“Namun, pemanfaatan bangunan bisa diubah disesuaikan kebutuhan,” katanya.

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebuah bangunan untuk bisa ditetapkan sebagai bangunan warisan budaya di antaranya memiliki keunikan, merupakan penanda di suatu kawasan dan sudah berusia minimal 50 tahun.

Saat ini ada 463 bangunan warisan budaya dan cagar budaya di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso menyebut masih banyak bangunan yang masuk kategori bangunan warisan budaya namun belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

“Banyak dari bangunan itu memiliki gaya arsitektur klasik Jawa, kolonial, dan bangunan berarsitektur Tiongkok. Kami akan segera menetapkan bangunan itu sebagai bangunan warisan budaya apabila sudah ada hasil pendataan dari Bappeda,” katanya.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Read More

Artikel Lainnya