UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Serunya Wisata Edukatif di Museum Sidik Jari

Ditulis pada 23 Jul 2015
oleh :

Jakarta Bali adalah pulau yang punya keanekaragaman pilihan tempat plesiran menarik untuk dikunjungi. Yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan domestik adalah tempat-tempat wisata yang menyajikan keindahan panorama alamnya, seperti objek wisata pantai yang ada di Bali. Selain pemandangan alam, wisata penjelajahan juga disukai oleh wisatawan domestik, contohnya adalah wisata laut di Pantai Tanjung Benoa yang lebih populer dengan nama Watersport Tanjung Benoa.

Selain rekreasi yang bersifat hiburan, Pulau Bali pun punya objek wisata yang bersifat mendidik terutama di bidang seni rupa. Jenis wisata yang demikian kebanyakan dilakukan oleh para pelajar sekolah pada saat musim liburan sekolah tiba. Yang termasuk dalam golongan tempat liburan yang bersifat edukatif di bidang seni rupa yaitu museum. Pusat dari semua museum seni rupa yang ada di Bali terletak di kawasan tempat wisata Ubud. Tidak hanya di Ubud, kota Denpasar juga punya museum yang layak untuk didatangi dan karakter dari museum ini berbeda dengan museum di Ubud.

Museum yang ada di Denpasar adalah Museum Bali dan Museum Sidik Jari Denpasar. Kali ini kita akan membahas Museum Sidik Jari Denpasar. Lokasi tempat plesiran yang dijadikan wisata di Denpasar berada di Jalan Hayam Wuruk No 175, Tanjung Bungkah, Denpasar, Bali.

Museum Sidik Jari Denpasar didirikan sekitar tahun 1993 dan peresmiannya dilakukan 2 tahun kemudian, lebih tepatnya pada bulan Juli 1995. Tokoh yang punya gagasan sekaligus pemilik dari museum yang menjadi spot wisata di Denpasar adalah Bapak Gede Ngurah Rai Pemecutan.

Dinamakan Museum Sidik Jari karena berhubungan dengan cara melukisnya, metode yang digunakan adalah dengan menggunakan ujung jari pelukis yang diolesi dengan bermacam warna cat lukis yang sesuai dengan gambaran pelukisnya. Karena membuat lukisan dengan menggunakan jari, tentu akan terdapat bekas sidik jari dari tangan pelukis itu sendiri. Cara melukis yang demikianlah yang dinamakan Lukisan Sidik Jari.

Sumber : Liputan6

 

Artikel Lainnya