UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Terbukti Gara-gara Lemak Jenuh Orang Jadi Ketagihan Junk Food

Ditulis pada 16 Jul 2015
oleh :


Penelitian terbaru mengungkapkan kandungan lemak jenuh yang ditemukan dalam junk food terbukti sebabkan ketagihan layaknya pecandu narkoba. Mereka yang melahap aneka pie, cake, biskuit, atau junk food cenderung ingin melahap makanan tinggi lemak lainnya.

Seperti dilansir dari Daily Mail (15/07/15), peneliti di Universitas Montreal mengatakan beberapa jenis lemak jenuh bersifat seperti narkoba kelas A yang dapat meningkatkan perilaku seseorang dalam mencari penghargaan (reward-seeking). Ini membuat seseorang berperilaku seperti pecandu yang menginginkan makanan berlemak dalam dosis semakin tinggi dari hari ke hari.

Lemak jenuh banyak ditemukan dalam produk mentega, pie, cake, biskuit, atau junkfood seperti sosis dan bacon. Selain itu, minyak sawit dan minyak kelapa juga tinggi lemak jenuh.

Untuk penelitian ini, peneliti melakukan eskperimen pada dua kelompok tikus. Kelompok pertama diberi diet lemak baik yaitu lemak tak jenuh tunggal dan kelompok kedua diberi diet lemak jahat yaitu lemak jenuh.

Peneliti kemudian mengembangkan temuan mereka dengan membagi tikus dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol dimana para tikus diberi makanan rendah lemak dengan jumlah seimbang antara lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh.

Kelompok kedua diberi makan tinggi kandungan lemak tak jenuh tunggal dengan 50% kalori berasal dari lemak minyak zaitun yang merupakan lemak baik. Sedangkan kelompok ketiga diberi makan tinggi kandungan lemak jenuh dengan 50% kalori berasal dari minyak sawit yang merupakan lemak jahat. Tikus di kelompok ini juga diberi kesempatan melahap makanan tinggi gula, protein, lemak, dan kalori sesuka mereka.

Setelah 8 minggu ditemukan bahwa tiga kelompok tikus memiliki perilaku yang berbeda. Fungsi dopamin dalam otak yang berperan dalam sistem motivasi dan penghargaan, terlihat menurun pada kelompok tikus yang makan tinggi lemak jenuh.Next

(odi/msa)

Artikel Lainnya