UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Dampak Bekukan PSSI, Imam Nahrawi Dipuji Sekaligus Dicaci

Ditulis pada 28 Dec 2015
oleh :
foto: ist.
foto: ist.

itoday – Langkah berani diambil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, tahun ini yakni membekukan PSSI. Langkah yang mana membuatnya disorot tajam, menerima pujian sekaligus caci-maki.

Pada tanggal 18 April 2015, Imam mengeluarkan keputusan yang mengejutkan publik ketika dia meneken surat yang membekukan seluruh aktivitas PSSI. Keputusan ini dikeluarkan karena Imam menganggap PSSI tidak mematuhi dan mengabaikan kebijakan Pemerintah.

Saat itu Imam hanya meminta Liga Indonesia (QNB League) untuk tidak mengikutsertakan dua klub, yakni Persebaya Surabaya dan Arema Cronus FC, yang masih bermasalah dalam hal administrasi. Namun, PSSI tidak mengindahkannya dan tetap mengikutkan kedua klub itu.

Surat pembekuan itu keluar tak lama setelah PSSI mengadakan Kongres Luar Biasa (PSSI) yang memilih La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum baru menggantikan Djohar Arifin.

Pembekuan itu membuat PSSI murka dan merasa tidak terima di mana mereka lantas mengajukan banding ke beberapa tingkat pengadilan, sampai akhirnya di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN). Sampai saat ini belum ada keputusan akhir meskipun PTUN sudah memenangkan gugatan PSSI, karena pihak Kemenpora mengajukan banding lagi dan sudah masuk tingkat kasasi.

Guna mengisi kekosongan organisasi persepakbolaa nasional, Pemerintah kemudian membentuk Tim Transisi Reformasi Sepakbola Nasional yang beranggotan 17 orang dan diumumkan pada 8 Mei 2015 dan kemudian memilih mantan pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto sebagai Ketua.

Artikel Lainnya