UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Format IBL Berubah di Tangan Starting Five

Ditulis pada 20 Jul 2015
oleh :

Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) resmi mengumumkan operator anyar untuk menangani kompetisi Indonesia Basket League (IBL), Kamis (9/7). Direktur Starting Five, Hasan Gozali, mengatakan format kompetisi IBL yang rencananya bergulir pada Januari 2016, berubah dari lima tahun sebelumya.

PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sebelumnya membuat kompetisi NBL Indonesia selama lima serie dalam satu tahun. Turnamen tersebut menggunakan sistem setengah kompetisi.

Setelah itu, empat besar akan kembali bertemu dengan sistem setengah kompetisi. Klub yang menempati posisi satu dan dua akan diadu untuk menentukan juara.

Baca juga: Starting Five Jadi Opeator Anyar IBL

Sementara itu, Starting Five membuat kompetisi dengan sistem semua klub bertemu dua kali sehingga masing-masing klub bertanding sebanyak 22 kali. Enam besar klasemen dari hasil penyisihan akan dipertemukan kembali dengan sistem gugur. Posisi satu dan dua lebih diuntungkan karena bye ke semifinal.

“Kompetisi akan berjalan selama enam sampai tujuh bulan. Kami akan fokus dulu di tahun pertama dengan mengikuti format sebelumya. Namun yang berbeda adalah kami mengambil enam besar untuk bertarung menentukan siapa juaranya,” ujar Hasan di FX Senayan, Jakarta (9/7).

Hasan menambahkan, Starting Five akan merekomendasikan pemain dari Liga Basket Mahasiswa (Libama) ke klub IBL. Selain itu, pada tahun kedua setiap tim boleh memakai maksimal satu pemain asing dan satu pemain naturalisasi.

“Kami akan merekomendasikan pemain dari Libama ke klub-klub IBL. Hal tersebut dengan harapan menciptakan pemain-pemain basket muda yang berbakat di Indonesia. Selain itu, setiap klub boleh memakai satu pemain asing dan naturalisasi,” lanjut Hasan.