UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Ketua PSSI La Nyalla Semprot APPI

photo : ist.

photo : ist.

itoday – Kampanye yang telah dilakukan untuk memboikot dari turnamen sampai saat ini masih disuarakan oleh Asosiasi Pemain Profesional Indonesia atau biasa disebut APPI.

Mereka sudah mendeklarasikan sebuah aksi #MenolakTurnamen yang pada saat ini kerap muncul pada linimasa media social.

Enam poin deklarasi yang sudah dirilis oleh APPI pada Kamis 14/1/2016 yang lalu, telah mendapatkan perhatian oleh La Nyalla Mattalitti selaku ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh APPI untuk memboikot turnamen itu, mungkin karena APPI masih belum atau tidak paham mengenai status karena pada poin kelima sudah tertulis permintaan supaya pemerintah bisa memutar roda kompetisi.

“Saya pun berfikir bahwa APPI memboikot turnamen karena tidak mengetahui tentang statute, sebab saat saya membaca pada poin di nomor lima, kalau tidak salah dirinya meminta kepada pemerintah untuk bisa menjalankan kompetisi. Kompetisi tersebut dijalankan federasi,” sebagaimana yang telah ditegaskan oleh La Nyalla sewaktu ditemui di bilangan Jakarta.

Mengenai ajakan bagi para pemain untuk melakukan penolakan tampil pada turnamen, dinilai sebagai sebuah keputusan yang tidak tepat atau keliru.

Sebab menurut La Nyalla, para pemain mempunyai kewajiban atas kontrak yang telah mereka sepakati dengan klub, bukan dengan asosiasi.

“Saya hanya berpikir bahwa yang telah ngajak mogok itu kan APPI. Asosiasi kok yang ngajak mogok, sedangkan kontrak yang telah ditandatangani atau disepakati dengan klub itu terjadi antara individu dengan klub, bukan asosiasi,” ungkapnya.

Kondisi yang ada saat ini tidak lepas karena carut marutnya persepakbolaan yang ada di tanah air. Setelah PSSI dibukukan oleh Menpora, Indonesia pun akhirnya dibekukan oleh FIFA. Hal itu pun berdampak buruk bagi persepakbolaan Tanah Air.

Sebab selain tidak boleh mengirimkan wakilnya di kompetisi internasional, sepakbola tanah air pun akhirnya vakum dalam beberapa waktu.

Di tengah vakumnya kompetisi yang ada di Indonesia, kemudian munculnya kompetisi baru untuk mengisi kekosongan. Namun karena terbatasnaya anggaran, sehingga kompetisi hanya bisa diikuti oleh beberapa tim saja.

Hal inilah yang mungkin telah diprotes oleh APPI melalui aksi #MenolakTurnamen, supaya kompetisi regular segera dilaksanakan kembali. Agar para pemain bisa kembali lagi ke lapangan dan tidak menganggur lagi.

 

Artikel Lainnya