UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Red Bull Menyiapkan Mesin untuk Balapan Musim 2017

Ditulis pada 01 Jan 2016
oleh :
foto ist

foto ist

itoday – Balapan jet darat formula one (F1) musim 2016 belum dimulai, namun Redd Bull telah mencuri strat dengan mempersiapkan amunisinya untuk balapan musim 2017. Menurut sang Bos, Christian Horner, stelah menyampaikan rasa tidak puasnya pada realnutt, kini timnya semakin dekat untuk mendapatkan mesin yang lebih kompetitif.

Seperti yang diketahui, sebelumnya redbull yang diperkuat oleh sebastian vettel telah menyabet 4 gelar berturut turut selama  tahun 2010-2013 bersama mesin buatan relanut. Namun, di tahun 2015 red bull mengutarakan kekecewaannya terhadap performa realnut dan mengancam akan memutuskan kerja sama jika realnut tak memperbaiki performanya di tahun 2016. Namun, nyatanya saat ini pihak red bull telah memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan realnut.

Sempat beredar kabar, pemasok mesin ferarri dan mecedes enggan memasok mesinnya untuk redbull sehingga sangat mungkin bagi red bull absen di musim 2016 nanti. seperti yang diungkap oleh andrean newey, dikutip dari sportnews.com “kami mungkin dipaksa keluar dari formula one, mercendes dan ferrari telah menolak untuk memasok kami karena takut“

Jika tak segera menemukan pasangan, tim yang bermarkas di Milton Keynes itu mengancam akan keluar dari F1. Meski demikian pihak red bull akan mengambil keputusan apakah akan tetap belapan atau tidak sebelum akhir tahun 2015, sambil menunggu desain dan manufaktur tim yang baru.

Meski hingga saat ini red bull belum menemukan pasangan mesin yang tepat, pihaknya yakin teah berada pada jalur yang tepat untuk menemukan mesin yang lebih kompetitif. Horner optimis, bahwa semua hal masih mungkin terjadi dan masih dapat berubah.

Horner pun yakin bahwa, timnya akan mampu menciptakan peluang baru bagi red bull untuk dapat berkompetisi meski kemungkinan besar timnya tak dapat berlaga di musim balapan 2016. Horner juga mengucap keyakinanya itu dengan berfikir bahwa tahun 2017 merupakan awal yang baru. Ada peraturan baru mengenai chassis yang merupakan kesemptan bagi tim lain untuk berkompetisi. “Jadi saya pikir, masa depan benar-benar cerah untuk Red Bull,” pungkasnya.

Artikel Lainnya