UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Wilder hentikan Duhaupas untuk pertahankan gelar WBC

Ditulis pada 28 Sep 2015
oleh :
Tag: ,


Los Angeles (ANTARA News) – Petinju yang belum terkalahkan Deontay Wilder menghajar penantangnya yang asal Prancis Johann Duhaupas dalam meraih kemenangan “technical knockout” ronde ke-11 untuk mempertahankan gelar dunia tinju kelas berat Dewan Tinju Dunia (WBC) pada Sabtu (Minggu WIB).

Di depan para pendukung di negara bagiannya di Birmingham, Alabama, seperti dilaporkan AFP, Wilder memperlihatkan kekuatannya yang garang saat dia membukukan rekor menang-kalah 35-0.

Penampilan dominan Wilder sudah diduga sebelumnya melawan petinju Prancis berusia 34 tahun yang sedang bertarung di Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam perburuan gelar juara dunia pertamanya.

Tapi Duhaupas memperlihatkan bahwa dia sebelumnya merupakan petinju yang sulit dihentikan dengan menahan sejumlah besar pukulan.

Duhaupas masih berdiri, dengan wajahnya yang berdarah dan memar, saat wasit Jack Reiss menghentikan pertarungan pada 55 detik ronde ke-11.

Duhaupas sebelumnya memperlihatkan bahwa tidak akan dapat diintimidasi oleh jagoan KO asal Amerika Serikat itu, langsung maju saat bel pembuka.

Tapi Wilder mendaratkan pukulan keras, melukai bagian hidung penantangnya itu pada ronde pertama dan menempatkan dia dalam bahaya nyata pada ronde ketiga dengan serangan kombinasi pukulan yang brutal.

Pada ronde kelima, Wilder — yang tidak terlalu terganggu dengan bengkak di bawah mata kirinya — mendaratkan serangkaian pukulan “uppercut” yang merusak dan kemudian meneruskan dengan pukulan-pukulan lainnya selama pertarungan.

(Uu.I015) 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: Antaranews

Artikel Lainnya