UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Asia Pasifik Dominasi Pengembangan Small Cell

Ditulis pada 30 Nov 2015
oleh :
Tag:

Liputan6.com, Jakarta – Kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APAC) diprediksi akan mendominasi 70 persen dari total pengembangan small cell atau stasiun pemancar (based transceiver station/BTS) mini di dunia pada 2017 dan 2018. Demikian menurut riset Rethink Research seperti dikutip Telecom Asia, Senin (30/11/2015).  

Riset ini memperkirakan Asia Pasifik menguasai pengembangan small cell hingga 2020 karena faktor skala, keragaman, dan pemimpin teknologi yang rata-rata dikuasai oleh Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.

Sebagai tambahan, sementara adopsi BTS di Amerika Utara telah sejalan dengan pengembangan di APAC, pada 2017 bakal ada penggerak yang berinisiasi untuk menyelesaikan penggelaran teknologi itu.

Namun di saat yang sama, operator telekomunikasi Tiongkok akan tetap agresif melakukan ekspansi di mana negara-negara berkembang lainnya, seperti India dan Indonesia, baru akan mengadopsi teknologi (small cell) itu.

Rethink Research juga memprediksi 1,2 juta unit small cell yang akan dikembangkan di dunia pada 2020, tentunya APAC termasuk sebagai salah satu yang mengembangkannya.

Mulai tahun ini, akan ada pertumbuhan signifikan untuk pengembangan small cell di kawasan Afrika. Namun, pengembangan teknologi intu baru akan mengarah ke kawasan Eropa pada 2018. 

Sekadar diketahui, small cell merupakan salah satu bagian dari infrastruktur jaringan telekomunikasi. Teknologi Small cell dapat menjadi solusi akan pesatnya pertumbuhan mobile broadband. 

(Cas/Isk)*

Sumber: Liputan6

Artikel Lainnya