UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Bank DBS dan Bukalapak Rilis Program Bazar Online

Ditulis pada 03 Nov 2015
oleh :

Liputan6.com, Jakarta – Hari ini, di Jakarta, Selasa (3/11/2015), Bank DBS dan Bukalapak resmi meluncurkan program bazar online, yang mengampanyekan aksi #BelidanPeduli. Tujuannya untuk mendukung pengembangan wirausaha sosial di Indonesia.

Program ini merupakan wadah e-commerce di Bukalapak bagi para pelaku wirausaha sosia. Mereka dapat melakukan pemasaran produk, perluasan akses pasar, dan sosialisasi konsep kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) di Indonesia melalui digital platform.

Social entrepreneurship sebenarnya bukan hal baru di Indonesia mengingat selama satu dekade terakhir terbukti bahwa bisnis dapat memberi dampak positif terhadap penanganan isu sosial. Hal inilah yang melatar belakangi peluncuran program tersebut.

Ketua Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf, mengungkapkan, “Ini adalah program inovatif yang menjadi langkah awal untuk membantu meningkatkan produktivitas ekonomi melalui kewirausahaan sosial.”

Sementara, CEO Bukalapak, Achmad Zaky, menambahkan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia sangat kecil, yakni hanya 0,5 persen. Saat ini, Bukalapak telah menaungi sekitar 500 ribu Usaha Kecil Menengah (UKM). 

“Sejak Bukalapak berdiri, kami mengusung semangat kewirausahaan. Pada program kerja sama dengan bank DBS ini, kami langsung menyambut baik karena program ini selaras dengan semangat kami tadi,” tutur Achmad.

Lebih lanjut, COO Bank DBS Indonesia, Rudy Tanjung mengatakan, “DBS sebetulnya sudah lama bergerak di social entrepreneurship. #BelidanPeduli ini sangat bagus bagi kedua belah pihak, baik dari sisi masyarakat maupun dari sisi entrepreneur.”

Sejak 2013, Bank DBS Indonesia telah memberi dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan social entrepreneurship. Di tahun ini, misalnya, Bank DBS Indonesia telah menggelar inisiatif, seperti dukungan terhadap program social entrepreneurship yang bergerak di bidang lingkungan (Greeneration/Waste4Change) dan program kewirausahaan sosial untuk siswa SMA (PRAKARSA); DBS SE Boot Camp; ajang social venture challenge Asia, dan pemberian social entrepreneurship ganti oleh DBS Foundation.

(why/cas)

Sumber: Liputan6

Artikel Lainnya