UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Marissa Mayer Gagal Bawa Perubahan Untuk Yahoo?

Ditulis pada 26 Oct 2015
oleh :

Liputan6.com, Jakarta – Langkah Yahoo menunjuk Marissa Mayer yang kala itu menjadi karyawan Google menjadi CEO, menurut sebagian pihak merupakan pilihan tepat. Dipilihnya Marissa Mayer menjadi presiden dan CEO diharapkan dapat menjadi titik balik Yahoo untuk mengembalikan kejayaannya.

Salah satu langkah pertama Mayer di awal kepemimpinannya adalah dengan merumahkan kurang lebih 2.000 karyawan dari keseluruhan 14.000 karyawan Yahoo. Alasan Mayer kala itu adalah untuk efisiensi dan mendorong efektifitas kinerja. 

Namun, kendati sudah tiga tahun memimpin Yahoo, nyatanya Mayer dianggap belum mampu mengembalikan performa Yahoo seperti dulu. Mengutip informasi dari laman Economist, Minggu (25/10/2015), meskipun saham Yahoo sempat naik saat Mayer terpilih, namun saat ini pendatan dan laba Yahoo tetap jatuh.

Tahun ini saja menurut Mark Mahaney dari RBC Capital, pendapatan Yahoo turun sebesar 45 persen dari 2012 dan menjadi yang terendah dalam sejarah Yahoo sejak satu dekade. 

Selain itu, investasi Mayer sebesar US$ 2,2 miliar untuk keperluan iklan dengan membeli beberapa perusahaan seperti BrightRoll, perusahaan video iklan, tidak membuahkan hasil.

Bahkan, meskipun telah melakukan langkah tersebut saham dari belanja iklan Yahoo terus berkurang. Berbeda dengan saingannya Google dan Facebook yang terus meningkat.

Dikenal sebagai platform web terbesar ketiga di Amerika Serikat setelah Google dan Facebook, Yahoo dianggap belum mampu hadirkan layanan iklan untuk target spesifik kendati memiliki banyak pilihan. 

Bahkan, ketika dilakukan survei kepada pengiklan untuk memberi peringkat kepada perusahaan online berdasarkan laba yang diperoleh, Yahoo hanya mendapat urutan ke enam, di bawah Google, Facebook, YouTube, Twitter, dan bahkan LinkedIn.

Sumber: Liputan6

Artikel Lainnya