UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Angkatan Udara AS Kehilangan Data Yang Dikumpulkan Selama 12 Tahun

Ditulis pada 29 Jun 2016
oleh :
Angkatan Udara AS Kehilangan Data Yang Dikumpulkan Selama 12 Tahun

foto ist

itoday – Pernahkah anda menyimpan sebuah file didalam komputer, misalnya sebuah foto yang sudah anda kumpulkan sejak lama namun data tersebut hilang karena komputer mengalami crash? Hal seperti inilah yang beberapa waktu lalu sempat didalami oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Berita komputer crash diketahui terjadi pada database angkatan udara America Serikat yaitu US Air Force, dan lebih sayangnya lagi data tersebut sudah mereka kumpulkan selama 12 tahun sejak 2004.

Dilansir dari Kompas Tekno, Selasa (21/06/2016) Ann Stefanek sebagai juru bicara Angkatan Udara menjelaskan terjadinya komputer crash yang membuat data didalamnya tidak bisa diakses atau hilang. “Database mengalami crash dan tidak ada data, sekarang kami tak memiliki bukti kejadian tersebut dilandasi maksud buruk”. Ujar Stefanek yang belum ada bukti apakah ini faktor kesengajaan sebuah pihak yang ingin menghilangkan data.

Sebuah informasi mengatakan bahwa hilangnya data atau komputer crash yang dialami oleh Angkatan Udara AS ini sudah terjadi sejak Mei 2016 kemarin, artinya kasus ini sudah terjadi sebulan yang lalu sejak hari ini. Beragam cara sudah dilakukan untuk mengembalikan data yang hilang tersebut, Angkatan Udara sendiri menyerahkan reconveri data ini kepada Lockheed Martin selama kurang lebih dua minggu.

Pada tanggal 6 Juni 2016 akhirnya diperoleh sebuah kabar dari Lockheed Martin yang mengatakan bahwa komputer crash dan data tidak bisa diselamatkan.

Wajar jika Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan beragam cara untuk mengembalikan data tersebut, pasalnya database yang mereka sebut sebagai Automated Case Tracking Sistem ini memiliki catatan yang sangat penting, yaitu catatan-catatan investigasi yang didalamnya meliputi pelecehan seksual, perselisihan ditempat kerja, dan juga penipuan yang jumlahnya lebih dari 100 ribu kasus.

“Saat sistem mengalami crash, semua data historis itu hilang” Ujar Stefanek yang menjelaskan akan kasus tersebut.

Meskipun beberapa data mungkin masih bisa diambil pada markas angkatan udara, namun pihaknya masih belum menyerah akan hilangnya data tersebut. meskipun sudah diketahui bahwa komputer crash, namun mereka meminta bantuan kepada Pentagon serta pihak swasta lain untuk mengembalikan informasi yang ada didalam database tersebut.

Artikel Lainnya