UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Mahasiswa UGM Ciptakan Drone Pencari Api Pemicu Kebakaran Hutan

Ditulis pada 18 Jun 2016
oleh :
Mahasiswa UGM Ciptakan Drone Pencari Api Pemicu Kebakaran Hutan

foto ist

itoday – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) berhasil menciptakan alat pemantau titik api pemicu kebakaran hutan. Karya mahasiswa Indonesia tersebut berbentuk UAV atau mode pesawat tanpa awak dengan nama PAPI.

Ariesa Budi Zakaria selaku ketua tim pengembang PAPI mengatakan bahwa alat yang mereka kembangkan mempunyai konfigurasi sayap fixed-wing yang berada di bagian atas badan pesawat.

Disamping itu, drone pencari api tersebut dilengkapi pula dengan misi monitoring menggunakan metode live-streaming video. “PAPI ini memiliki keunggulan dibanding UAV pencari titik api lain, yaitu antenanya dapat memancarkan sinyal lebih kuat dibandingkan antena buatan pabrik,”tuturnya.

Antena pada drone yang memiliki bentuk patch tersebut mereka buat sendiri dengan frekuensi 5,8 Ghz. Dengan memanfaatkan sinyal yang kuat tersebut, kualitas video yang diterima oleh ground station bisa lebih baik walaupun jarak yang lebih jauh harus ditempuh oleh wahana pesawat. 

Artikel Lainnya