UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Meme #PemudaMasaGini Sindir Perilaku Pemuda Masa Kini

Ditulis pada 05 Nov 2015
oleh :

Jakarta – Meskipun Hari Sumpah Pemuda sudah terlewat, namun meme dengan tagar #PemudaMasaGini yang digulirkan vendor perangkat mobile Advan masih menjadi viral dan mencuri perhatian dari para netizen.

Dari hasil tools monitoring yang dilakukan Advan melalui hashtracking.com, sejak kampanye ini digulirkan dari 28 Oktober sampai 3 November 2015, telah mendapat perhatian netizen di Instagram dengan jumlah reach 5.435.936 dan jumlah impression 5.436.120 kali.

#PemudaMasaGini sendiri merupakan bentuk kampanye sindiran yang bermakna ajakan untuk menghindari berbagai perilaku negatif para pemuda saat ini.

Mengacu pada data tersebut, kompetisi meme #PemudaMasaGini yang digelar pada 4 – 16 November 2015 telah mampu mengantongi respon yang cukup positif dari netizen. Respon tersebut membuat Advan yakin bahwa semangat Sumpah Pemuda masih tertanam di hati para pemuda Indonesia.

“Tidak semua pemuda Indonesia tergerus pada arus globalisasi yang negatif. Melalui teknologi, Advan mengajak para pemuda untuk bisa kembali memaknai Sumpah Pemuda dan mengamalkan semangat perubahan yang sudah dicontohkan oleh para pemuda kita dulu,” ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan melalui keterangan resminya, Rabu (4/11/2015).

Sementara Dodi Sofiadi selaku praktisi media mengatakan, “Social media kini seringkali dijadikan cara untuk menembus `kesempitan` pakem-pakem lama yang dinilai kurang relevan dengan tuntutan era kini yang serba efektif.”

Pandangan tersebut sejalan dengan gaya komunikasi meme yang di dalamnya membawa unsur budaya, replikasi, dan respon. Replikasi meme berupa upaya untuk mereplika gambar dengan cara yang sederhana.

Dari situlah tercipta sebuah alur komunikasi yang kemudian mendapatkan respon melalui platform internet. Sebagai bentuk budaya, meme bisa berbentuk macam-macam seperti gambar, tulisan video, musik, dan lain-lain.

(isk/dew)

Sumber: Liputan6

Artikel Lainnya