UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Prediksi untuk Pertanian Australia Pada Tahun 2030

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :
Prediksi untuk Pertanian Australia Pada Tahun 2030

foto ist

itoday – Peneliti tanaman dari Universitas Queensland sudah menciptakan visi untuk dunia pertanian di masa mendatang yang diharapkan bisa membantu menggait para petani generasi baru. Prediksi pertanian Australia pada tahun 2030 menurut Dr Lee Hickey menunjukkan drone, mesin pintar serta robot yang terletak di lahan pertanian.

Berbagai alat canggih tersebut berguna untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan biaya pekerja. Peneliti dari Queensland tersebut sudah menyusun satu buah kisah tentang Petani Tim yang diceritakan hidup di tahun 2030. Hal tersebut disampaikannya saat Konferensi Akademi teknologi dan Teknik Australia.

Pada prediksi pertanian Australia tersebut, sang insinyur tersebut mengemukakan bahwa di pertengahan jalan di musim tumbuhnya gandum pada bulan Juni 2030, Tim memperoleh pesan mendesak. Dr Hickey di laboratoriumnya sudah membuat sebuah proses “pembibitan cepat” atau speed breeding di sebuah ruangan yang pencahayaan dan temperaturnya dikontrol secara intensif selama 24 jam.

Proses kemajuan dunia pertanian masa depan tersebut diinspirasi oleh teknik menumbuhkan makanan untuk astronot saat menjalankan misi jangka panjang di luar angkasa oleh NASA.

“Sebuah keterbatasan dalam mengembangkan varietas baru yang dapat bertahan hingga 20 tahun,” jelas Dr Hickey.

Peneliti tersebut juga mengatakan bahwa dengan pembibitan cepat, kita dapat menghasilkan gandum diatas 7 generasi tiap tahunnya dengan pencahayaan yang terus. Alat tersebut begitu canggih untuk memanipulasi gen dan menyeleksi sifat dalam pembuatan kombinasi yang pas. Sehingga kita bisa dengan cepat melacak perkembangan varietas dari 5-6 tahun.

Pemikiran tentang kemajuan dunia pertanian masa depan yang futuristic seperti itulah yang disebut Dr Hickey akan memberikan inspirasi untuk generasi yang akan datang untuk terlibat dalam penelitian dan pertanian.

Peneliti tersebut juga mengatakan peneliti pertanian generasi berikutnya di laboratoriumnya akan berhasil mendapatkan penemuan cara adaptasi tumbuhan dengan perubahan iklim.

“Kami baru-baru ini berhasil mengidentifikasi salah satu gen kunci yang membentuk arsitektur akar, yang membuat akar tumbuh dangkal atau dalam”, jelas Dr Hickey.

Beliau juga menambahkan, jika kita bisa mendesain tanaman seperti ini, saat kita memperoleh hujan yang cukup maka tanaman sudah mempunyai mekanisme sendiri yang membuat mereka terhindar dari kekeringan.

Visi Dr Hickey terkait pertanian Australia di tahun 2030 tersebut dikerucutkan di berbagai Negara maju.

Artikel Lainnya