UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

UMM Terbitkan Buku Fotografi Yang Berjudul “Traveling”

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :
UMM Terbitkan Buku Fotografi Yang Berjudul "Traveling"

foto ist

itoday – Universitas Muhammadiyah Malang pada Program studi ilmu komunikasi telah kembali untuk menerbitkan buku fotografi yang berjudul travelling. Dimana di dalam buku ini telah mengangkat lima tujuan wisata yang berbeda pada wilayah Malang Raya, yaitu candi, budaya, kuliner, pantai dan juga coban, atau air terjun.

Menurut Rahardi, selaku dosen pada mata kuliah dasar fotografi ilmu komunikasi di FISIP UMM ini, bahwa buku fotografi traveling tersebut yang tiga telah melibatkan sekitar 202 mahasiswa dari ilmu komunikasi pada angkatan 2015 dengan 250 karya.

“Saya menyadari aktivitas traveling dengan foto menjadi tren, terutama di media sosial instagram. Tapi, ada dampak-dampak, baik positif maupun negatif dari tren tersebut,” ujarnya.
Beliau telah menyebutkan bahwa ada beberapa dampak negatif pada tren foto traveling, yang diantaranya adalah dari angle atau sebuah sudut untuk pengambilan foto serta kurangnya sebuah kreativitas traveling yang telah terekam pada foto ini. Misalnya ada banyak sekali orang yang rela untuk berfoto selfie pada ketinggian, berada di tebing kawah gunung serta di beberapa tempat bahaya yang lainnya tanpa harus memikirkan semua resikonya.

Tidak hanya itu, banyak sekali beberapa tempat yang sangat menarik namun yang terlihatkan hanya foto kaki saja. Meski demikian, masih ada beberapa dampak yang positif pada fotografer traveling yang sekarang ini tengah ngetren. Misalnya semakin banyak tempat wisata baru yang akan ditemukan.

“Dengan adanya buku ini semoga dapat memberikan referensi bagi para traveler yang ingin berlibur di Malang dan memberikan edukasi baru tentang aturan-aturan di tempat wisata agar terjaga kelestariannya,” ujarnya.

Afifah Rachmawati salah seorang mahasiswa yang telah berpartisipasi pada buku fotografi traveling  telah mengaku sangat tantang dalam mengerjakan proyek buku tersebut. ia kebagian tugas untuk foto paralayang wisata di Batu. Lumayan susah untuk mendapatkan fotonya, pasalnya telhalang oleh kabut yang menutupi pandangan, selain itu terbatasnya jam bukan pada rumah pohon. Akan tetapi hasil fotonya sangat memuaskan.

Untuk fotografi yang lain yaitu Ade Jamal yang telah diberi tugu untuk memotrt coban pelangi juga mengaku lumayan susah untuk mendapatkan pelangi yang diinginkan. Mereka berharap buku fotografi traveling tersebut bisa memberikan inspirasi para mahasiswa yang lain supaya terus berkarya menggunakan caranya masing-masing.

Namun sebelumnya, kaprodi ilmu komunikasi ini telah menerbitkan dua buah buku fotografi yang bergenre fotografi, yaitu simple serta pasar. Harapannya, buku tersebut mau dilepas untuk beberapa toko buku di Malang serta dijual dengan online

Artikel Lainnya