UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Patrice Rio Capella

Photo: (nasional.kompas.com)

Photo: (nasional.kompas.com)

itodayPatrice Rio Capella, pria yang lahir di Bengkulu, 16 April 1969 adalah Sekretaris Jenderal Partai NasDem. Sebelumnya Ia pernah menjabat sebagai ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu periode 2004-2009.

Pendidikan terakhir Rio Capella adalah S-1 Hukum dari Universitas Brawijaya Malang. Dia pernah menjadi ketua DPD KNPI Bengkulu periode 1997-2000 dan ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Bengkulu periode 2002-2004. Di tingkat nasional, Rio Capella pernah menjadi Wasekjen DPP KNPI periode 1999-2002.

Karier politik dimulai ketika ikut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk wilayah Bengkulu, sekaligus menjadi bendahara DPW PAN Bengkulu tahun 1999–2000. Kemudian dia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu 1999-2004, dan berlanjut di periode berikutnya.

Pada 2005, Rio Capella menjadi calon wakil gubernur Bengkulu berpasangan dengan Kol. Inf. Muslihan sebagai calon gubernurnya. Ketika itu kalah tipis oleh pasangan Agusrin M. Najamudin dan Syamlan di putaran kedua.

Pada Pemilu 2009, dia dicalonkan oleh PAN sebagai caleg DPR RI Dapil Bengkulu. Memperoleh suara sangat signifikan dan dipercaya memperoleh satu dari empat jatah DPR RI, namun secara dramatis kemenangan di depan mata itu sirna oleh sebuah proses yang belakangan dikenal sebagai skandal/mafia Pemilu. Rio Capella yang bernomor urut 1 dari PAN tereliminasi oleh nomor urut 2 dari partai yang sama. Disebut-sebut ada intrik internal di PAN yang ingin menjegal laju kadernya yang potensial.

Gagal menjadi DPR RI, untuk menyenangkan hati tokoh muda berbakat itu, DPP PAN mendapuk Rio sebagai Wasekjen DPP PAN periode 2010-2015. Menyadari gagasan dan visi-misi nasionalisme-demokratis nya yang tidak akan terakomodasi di PAN, dirinya memilih bergabung dengan ormas Nasional Demokrat (Nasdem). Tak lama kemudian, dirinya memproklamirkan sebuah visi perubahan untuk Indonesia yang terkenal: Restorasi Indonesia.

Karier politik nya pun makin menanjak dan kemudian didaulat menjadi ketua umum Partai NasDem. Rio Capella adalah salah satu dari tokoh muda (di bawah 45 tahun) yang mampu mencapai posisi politik sangat tinggi di Indonesia.

Artikel Lainnya