UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Puan Maharani

Photo: (jurnalpatrolinews)

Photo: (jurnalpatrolinews)

itoday – Puan Maharani, wanita kelahiran jakarta 6 September 1973, terlahir dalam keluarga politisi membuatnya sejak kecil sudah terbiasa dengan dunia politik. Puan adalah cucu dari Presiden pertama RI yaitu Soekarno dan anak dari Presiden kelima RI yaitu Megawati Soekarnoputri yang menikah dengan Ketua MPR ke-12 yaitu Taufiq Kiemas. Dalam kampanye di Jawa Timur beberapa tahun lalu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara resmi memperkenalkan putri tunggalnya, Puan Maharani, sebagai penerusnya kepada publik.

Puan menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk periode masa bakti 2009 – 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen), dan juga sebagai Ketua I Fraksi PDI Perjuangan di DPR mengantikan Tjahjo Kumolo.

Masa kuliah Puan Maharani di Universitas Indonesia FISIP Jurusan Komunikasi Massa berlangsung normal seperti mahasiswi lainnya. Puan Maharani juga berkesempatan magang di majalah Forum Keadilan dan merasakan tantangan dunia jurnalistik seperti mencari narasumber dan kesibukan di kantor menjelang naik cetak.

Setelah itu Puan Maharani terus mendampingi, menyaksikan dan belajar dari Ibu Megawati saat beliau melalui berbagai peristiwa politik yang melahirkan PDI Perjuangan. Nama besar orang tua memang tidak mungkin dipisahkan dari keberhasilan Puan di kancah politik nasional. Namun, Puan sendiri tampaknya memang ingin membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak menjadi politisi handal sekaligus jadi wakil rakyat yang bertanggung jawab tanpa melihat faktor dari nama besar kedua orang tuanya. (Berbagai Sumber)

KARIR

– Ketua DPP PDI Perjuangan Politik dan Hubungan Antarlembaga (2010-2015)
– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRRI (periode 2009-2014)
– Anggota DPR RI, Anggota Komisi VI (periode 2009-2014)
– Anggota BKSAP/Badan Kerjasama Antarparlemen (periode 2009-2014)
– Anggota Panja Komisi VI Bidang Investasi dan UKM (2009)

Artikel Lainnya