UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Ruhut Sitompul

Photo: (metrotvnews)

Photo: (metrotvnews)

itodayRuhut Sitompul, S.H. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 24 Maret 1954 ini adalah seorang pengacara, pemeran sinetron, dan politikus Indonesia. Ruhut adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia menyelesaikan pendidikan akademiknya di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1979.

Kariernya menjadi pengacara meroket saat dirinya menjadi penasihat hukum Akbar Tanjung yang saat itu menjabat sebagai ketua umum partai Golkar. Ruhut sendiri mulai bergabung dengan Golkar pada tahun 1983. Jadi bisa disimpulkan, selain menjadi pengacara ia juga berpolitik pada masa itu.

Meski Ruhut mulai terjun ke dunia politik sejak muda, namun sampai pada tahun 2003, karir berpolitiknya belum cukup terlihat. Hingga pada tahun 2004 ia beralih partai dari partai Golkar menuju partai Demokrat.

Banyak yang mengira perpindahan Ruhut diduga karena saat itu Akbar tanjung tak lagi menjabat sebagai Ketua Umum. Keputusan ruhut pindah ke Demokrat sangat tepat, karena di demokrat ruhut menjadi salah satu orang kepercayaan dan diandalkan oleh partai pemerintah tersebut. Dalam berbagai kesempatan ruhut hampir selalu hadir untuk menyuarakan loyalitasnya pada demokrat dan presiden SBY.

Ruhut memang dikenal sosok yang kontroversi. Sebelum menjadi anggota Dewan dia sudah mengundang banyak polemik. Mulai dari kasus perselingkuhan sampai isu rasisme. Dan yang lagi ramai sekarang soal desakannya menuntut Anas Urbaningrum mundur dari ketua umum Demokrat karena diduga terkait kasus korupsi Hambalang.

Jubir Partai Demokrat ini secara mengejutkan mendukung Jokowi-JK menjadi presiden 2014. Dukungan Ruhut ternyata hanya dilatarbelakangi faktor tagline alias slogan. Menurutnya, slogan Jokowi-JK terkesan mengakui kehebatan Presiden SBY, Presiden Indonesia sekaligus Ketua Umum Demokrat. Sedangkan slogan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dinilainya menilai negatif pemerintahan SBY.

“Tagline Jokowi adalah ‘Indonesia Hebat’, artinya mengakui kehebatan kepemimpinan Pak SBY selama 10 tahun. Sedangkan tagline Prabowo adalah ‘Indonesia Bangkit’, berarti Indonesia tidur. Padahal Pak SBY tidak tidur loh. Pak SBY itu kerja keras,”.

Artikel Lainnya