UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Yusril Ihza Mahendra

Photo: (siaga.co)

Photo: (siaga.co)

itodayYusril Ihza Mahendra, pria kelahiran Lalang, Manggar, Belitung Timur, 5 Februari 1956 adalah seorang pakar hukum tata negara, politikus, dan intelektual Indonesia. Karier politik Yusril Ihza Mahendra tersebut dimulai dari keaktifannya di dunia pendidikan dan juga organisasi, ia juga pernah menjabat ketua Umum Partai Bulan Bintang  sejak 1998 hingga 2005.

Melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia Yusril mengambil ilmu filsafat fakultas sastra dan juga Hukum Tata Negara. Setelah pendidikannya di UI diselesaikan, Yusril Izha Mahendra melanjutkan S-2 ke University of the Punjab (India) untuk mengambil gelar master kemudian melanjutkan lagi S-3 mengambil spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dengan bidang University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Pada kancah internasional, Yusril pernah mencatatkan dirinya menjadi Vice President dan President dari Asian-African Legal Consultative Organization, yang berpusat di New Delhi. Di Kuala Lumpur juga pernah aktif di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific. Kemudian, sebagai anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan dan persidangan internasional — termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konfrensi Islam dan APEC. Selain itu juga ikut dalam kepanitiaan konfrensi internasional seperti Sidang AALCO, Konfrensi Internasional tentang Tsunami dan Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.

Dalam Pemerintahan, Yusril Ihza Mahendra pernah menjabat menteri di 3 kabinet, dalam Kabinet Pemerintahan Indonesia 21 Oktober 2004 – 9 Mei 2007 dengan Presiden Abdurrahman Wahid dipercaya menempati posisi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Yusril menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong 23 Oktober 1999 – 7 Februari 2001.  Kemudian pada masa Kabinet Indonesia Bersatu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004 menjadi Menteri Sekretaris Negara  hingga akhirnya saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Yusril Ihza Mahendra digantikan Hatta Rajasa.

Menjelang Pilpres 2014, Yusril dikabarkan bakal maju sebagai Capres 2014 yang diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB). Mantan menteri Hukum dan HAM ini, berencana masuk bursa Capres 2014 setelah Partai Bulan Bintang (PBB) yang didirikannya lolos menjadi Parpol peserta tahun 2014. (berbagai Sumber)

Artikel Lainnya